« Home | Letto...let's go » | on SMS » | 20062006 » | Jawabku » | Penyiaran World Cup 2006, Kenapa??? » | Face Off » | Awas!! Maling di lokasi gempa » | Lessons of Failure » | Seminggu, gempa berlalu » | Dan aku pun kembali »

Jejak Evolusi dalan Teologi ; sebuah catatan pinggir

Meski 'The Origin Species'nya Darwin telah kurang lebih lahir dua abad yang lalu, tapi sayatannya terhadap keyakinan religius makin menghebat di tangan para Neo-Darwinis sekarang ini. Pro-kontra seputar teori evolusi masih ramai di perbincangkan bahkan benturannya dengan teologi adalah gesekan yang paling menyita perhatian. bagi para teolog teori evolusi adalah "saingan" konsep ilahi. pandangannya tentang kehidupan telah menafikansama sekali realitas tertinggi keberadaan kosmik. lebih jauh, pandangan evolusionis yang meyakini bahwa keberadaan materi adalah kejadian kebetulan yang dihasilkan oleh proses alam selama jutaan tahun. juga secara khusus ide ini telah mengancam orang yang beriman karena menghancurkan harapan apapun bahwa jagat raya ada disini karena suatu alasan. Ilmu evolusi telah menghancurkan setiap ilusi saleh bahwa kehidupan dan eksistensi manusia direncanakan kekal. dalam pemikiran Darwin, antiteistik telah menemukan fondasi intelektual yang kokoh yang pernah di temui.

Sebenarnya kebanyakan orang Amerika menerima teori yang diperkenalkan oleh Robert Charles Darwin pada 1852 ini, sebagai teori ilmiah semata. Tapi pesannya filosofi yang dibawanya menjadi sangat berbahaya bagi orang beriman. Teori Darwin mendapatkan perlawanan dalam lingkaran-lingkaran religius bukan karena mengajukan asal-usul evolusi makhluk hidup, melainkan karena mekanismenya, seleksi alam, menyisihkan Tuhan sebagai penjelasan yang nyata bagi rancangan organisme-organisme.

Adalah Michael Behe seorang Biokemis dalam bukunya yang kontroversial "Darwins Black Box" meragukan tentang kebenaran Teori Darwin :
"Darwin sendiri mengakui bahwa seandainya pernah di tunjukkan dengan jelas bahwa varietas kehidupan terjadi dengan cara yang lain dari modifikasi - modifikasi yang kecil dan bertahap dengan perubahan-perubahan yang tak terarah, maka teorinya akan terbukti keliru. Melihat syarat yang diajukan oleh Darwin, sekarang ,kita dapat menunjukkan bahwa pembentukan selular makhluk-mkhluk hidup tidak dapat terjadi secara bertahap atau sedikit demi sedikit seperti yang diajukan oleh Darwinian murni. Bagian-bagian komponen dalam sel yang kompleks tidak akan berfungsi dengan baik jika tidak seluruhnya hadir secara serempak, bekerja dalam kerjasama yang terpadu dan ketat. Oleh karena itu, kemunculan yang bertahap, hanya memungkinkan kepingan2 kehidupan terjadi hanya sekali pada suatu jaman, benar-benar tidak dapat menjelaskan sel hidup saja, jangankan dunia kehidupan yang lebih besar."

Melalui analogi sederhana pendapat behe sekiranya dapat dibenarkan, semisal perangkat tikus jika bagian-bagiannya tidak terkumpul secara lengkap dan sempurna maka dapat dipatikan perangkap tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik!!

Si mPunya

    adien
    Newyorkarto, DIY, Indonesia
    Hanya Orang biasa yang jauh dari sempurna, tapi berusaha tuk selalu ber_Metamorfosa *halah...*;))
Profile ku
Status : adien
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Dukung!!!

    JANGAN ASAL COPY PASTE.. BlogFam Community

    ;;


thank's to:

Web Counter
Adalah Nomor Antrean Kamu
Powered by

Powered by Blogger


& Blogger Templates
..:Terkadang kita perlu sedikit waktu untuk merenung sejenak:.. © 2006 all posted by Toha Nasruddin