« Home | Lessons of Failure » | Seminggu, gempa berlalu » | Dan aku pun kembali » | Jika Kamu » | Wajah Mu » | Kita Bisa koq » | in use » | Song of the Month » | Cerita Malam » | Hanya.... »

Awas!! Maling di lokasi gempa

Bukannya ikut prihatin, atau turun tangan membantu korban gempa, sebagian orang malah memanfaatkan 'momen' bencana alam ini dengan melakukan tindakan tercela, seperti dilaporkan oleh sebagian korban gempa mereka memergoki orang tak dikenal berkeliaran di perumahan penduduk yang telah kosong ditinggalkan penghuninya, karena curiga dengan gerak-gerik orang tersebut sebagian warga membuntutinya, karena merasa diikuti orang asing tersebut lalu mengambil langkah seribu. selain itu Pada Senin (29/5) malam, 3 orang maling ditangkap oleh warga di Dusun Sanden dan Sapuangin, Bantul. Maling ini pun menjadi sasaran amuk massa hingga babak belur. Beroperasinya maling juga terjadi di Kel. Trimurti dan Pancosari, Kec. Srandakan, Bantul. Maling itu ditangkap dan kemudian dihakimi oleh warga. selengkapnya

Sementara itu karena belum tersentuh oleh bantuan, sebagian warga terpaksa mengemis sembako untuk sekedar mengganjal perut kosong mereka, penduduk sempat bertanya-tanya dengan nada keras, mengapa bantuan uang tunai miliaran rupiah dan sembako bergunung-gunung yang ditayangkan di televisi-televisi dan koran-koran tak juga sampai ke tangan korban gempa? "Jangan-jangan itu hanya iming-iming saja, supaya kami tenang. Tapi, bagaimana bisa tenang kalau perut terus-menerus lapar?" kata Edi Sutanto, penduduk Gantiwarno, Klaten.

Celakanya, situasi gempa ternyata juga dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka tak lain adalah para peminta sumbangan gadungan, yang mengumpulkan dana untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Itu masih diperburuk lagi dengan maraknya para penjarah bantuan pangan untuk korban gempa.Hal ini terlihat dengan perilaku mereka yang suka menggedor-gedor mobil pengangkut bantuan sembako yang biasanya berplat nomor luar kota. "Miris saya melihatnya. Orang-orang itu, setelah merampas bantuan pangan lalu menjualnya kepada para korban gempa," tutur Wahyu (37), warga Nitiprayan, Bantul. Selengkapnya


Apa yang salah jika ternyata bantuan tak terdistribusi secara merata???

Si mPunya

    adien
    Newyorkarto, DIY, Indonesia
    Hanya Orang biasa yang jauh dari sempurna, tapi berusaha tuk selalu ber_Metamorfosa *halah...*;))
Profile ku
Status : adien
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Dukung!!!

    JANGAN ASAL COPY PASTE.. BlogFam Community

    ;;


thank's to:

Web Counter
Adalah Nomor Antrean Kamu
Powered by

Powered by Blogger


& Blogger Templates
..:Terkadang kita perlu sedikit waktu untuk merenung sejenak:.. © 2006 all posted by Toha Nasruddin